Kanker Leher Rahim

Gaya hidup tidak sehat, menikah usia dini, ibu yang melahirkan banyak anak dan perempuan dengan banyak pasangan berisiko tinggi terkena penyakit kanker leher rahim. Mirisnya lagi, kesadaran deteksi dini sangat rendah. Bagaimana menyikapinya ?

Mengintai dan mengancam kaum perempuan, itulah lakon yang diperankan kanker leher rahim. Karena lakonnya itu pula, jumlah kematian yang ditimbulkan penyakit ini terus menunjukkan peningkatan setiap tahun. Bahkan, kanker leher rahim telah menjadi pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker payudara.

Laporan terakhir organisasi kesehatan dunia WHO menyebut, kanker leher rahim telah merenggut hingga 5 juta nyawa perempuan di seluruh dunia. Di negara maju seperti Amerika Serikat, kanker leher rahim atau serviks menempati urutan ketiga penyebab kematian perempuan. Bahkan di Amerika Serikat setiap tahunnya terdapat 12.000 kasus baru kanker leher rahim.

kanker leher rahimGambaran tentang kanker leher rahim pada wanita

Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Meskipun angka pastinya masih gelap, namun diperkirakan ada sekitar 90-100 penyandang kanker leher rahim di antara 100 ribu penduduk. Menurut Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Dr. Sri Hartini, SpPK, MARS, selama 13 tahun sejak RSKD berdiri, kanker leher rahim menempati peringkat kedua jumlah penyandang terbanyak setelah kanker payudara.

Sayangnya kata Sri, seperti kanker lainnya, mayoritas penyandang kanker laher rahim datang dalam kondisi stadium lanjut. “Hal tentu saja menyulitkan, baik dari sisi medis dan pelayanan, maupun bagi pasien karena menyebabkan tingginya biaya pengobatan. DR. Dr. Andrijono, SpOG (K), Staf Subbagian Onkologi Ginekologi Departemen Obsteri dan Ginekologi FKUI-RSCM menyebut, saat ini prevalnesi kanker serviks di RSCM sebanyak 400 pasien baru setiap tahunnya.

Senada dengan Andrijono, Dr. Yunita Indiarti, SpOG (K), Staf Subbagian Sitopatologi Departemen Obsteri dan Ginekologi FKUI-RSCM memaparkan, berdasarkan data 13 pusat patologi anatomi di Indonesia, kanker leher rahim memiliki jumlah tertinggi dari seluruh kanker, baik yang menyerang laki-laki maupun  perempuan, sekitar 27% atau 36% dari seluruh kanker pada perempuan.

“ Data dari gabungan rumah sakit di Indonesia juga tinggi. Di negara berkembang seperti Indonesia, insiden tingginya kanker leher rahim karena tingkat kesadaran melakukan deteksi dini masih rendah. Keganasan kanker leher rehim cenderung terjadi pada pertengahan usia antara 35-55 tahun dan jarang terjadi pada usia dibawah 20 tahun. Sedangkan pada wanita di atas 65 tahun, angka kejadiannya sekitar 20 %. Hingga kini penyebab kanker leher rahim masih dianggap human virus papilloma. Sebagian besar penularan virus ini , terjadi melalui hubungan seksual.

Perempuan yang memulai aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 tahun, sering melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan dan sering menderita infeksi di daerah sekitar kelamin, merupakan golongan yang berpotensi menyandang kanker jenis ini.  Perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual pada usia kurang dari 18 tahun berpontesi mengidap alat reproduksi belum matang pematangan secara maksimal. Akibatnya daerah sekitar ini akan dengan mudah terinfeksi virus, termasuk virus HPV.

HPV juga dapat dibawa oleh laki-laki yang lebih bersifat sebagai mediator namun memiliki kebiasaan dan gaya hidup tertentu. Perempuan baik-baik yang memiliki suami atau pasangan sering berhubungan seksual berganti-ganti padangan juga sangat berpontesi mengidap kanker leher rahim.

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Penyebab Kanker Leher Rahim Serviks

Penyakit kanker di Indonesia, terutama penyakit kanker yang sering menyerang wanita salah satunya adalah penyakit kanker payudara dan penyakit kanker leher rahim atau serviks. Sebenarnya banyak cara yang bisa dilakukan untukk mencegah penyebab kanker leher rahim serviks ini mengalami penyebaran di dalam tubuh kita. Salah satunya adalah dengan melakukan usaha pencegahan, usaha deteksi dini hal ini dilakukan agar proses penyembuhan dilakukan dengan cara yang maksimal dan optimal agar tidak ada lagi kematian yang terjadi dengan sia-sia.

leher-rahim

Lalu apa yang dimaksud dengan kanker leher rahim atau kanker serviks? Kanker serviks adalah sel-sel yang tumbuh secara tidak normal, namun bisa muncul dan tumbuh dimana saja selain di sel-sel mulut rahim.  Penyebab kanker leher rahim serviks salah satunya adalah Huma papilloma Virus (HPV), kuman ini merupakan suatu pecetus dari terjadinya penyakit kanker leher rahim. Kebiasaan buruk misalnya seperti merokok juga bisa menjadi salah satu penyebab terjadinya kanker serviks ini muncul. Penyebab kanker leher rahim serviks lainnya adalah disebabkan karena hubungan seksual yang dilakukan dengan banyak pria dan melakukan hubungan seksual yang terlalu dini.

Gejala yang ditunjukkan dari penyebab kanker leher rahim serviks adalah pendarahan yang terjadi disaat melakukan hubungan intim atau disaat haid atau menstruasi datang, nafsu makan yang berkurang dan bobot tubuh yang menurun, rasa nyeri yang dirasakan pada daerah tulang panggul, daerah tulang belakang dan kaki. Kaki yang terlihat membengkak juga merupakan salah satu gejala dari penyakit kanker leher serviks ini,

Cara menangani masalah penyakit kanker leher serviks ini, Anda bisa melakukan pemanasan, atau penyinaran dengan laser, dan bisa melakukan diathermy. Cone bipsy juga bisa dilakukan untuk memperlihatkan sel-sel yang mengalami perubahan. Salah satu caranya adalah sel-sel dari leher rahim akan diambil oleh dokter ahli kandungan untuk di tes. Operasi dilakukan untuk mengangkat atau mengambil bagian dari yang terserang penyakit kanker ini. Penyinaran dan radioterapi dengan sinar X dilakukan dengan cara internal dan juga eksternal.

Posted in Kanker Lambung, Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Vaksin Kanker Leher Rahim

Perempuan hamil bisa juga mengalami kanker leher rahim. Bagaimana jika mengalami hal tersebut? Menurut Chamin, perempuan hamil yang terkena kanker leher rahim, maka penanganannya didasarkan pada periode kehamilannya. Jika didapatkan adanya tanda keganasan, pada tirsemester pertama, maka dipertimbangkan untuk dilakukan pengangkatan rahim, artinya kehamilan dihentikan dan memprioritaskan keselamatan ibu.

Sedangkan jika diketahui adanya kanker pada trisemester kedua, maka dokter akan memberikan pilihan sesuai dengan keinginan ibu. Apakah dilakukan terapi dengan risiko janin meninggal atau ditunggu hingga kehamilan selesai dengan risiko terjadi penyebaran sel kanker atau stadiumya meningkat.

vaksin-kanker-leher-rahimGambar : Reaksi tubuh terhadap pemberian vaksin dan test pap smear

Jika diketahui adanya kanker pada trisemester terakhir, maka pilihannya menunggu hingga usia kehamilan cukup untuk janin hidup (viable). Jika sampai waktunya (sekitar 30 minggu) dilakukan pengeluaran janin dengan operasi caesar dan dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) agar ibu juga selamat dari keganasan kanker leher rahim.

Kanker leher rahim pun bisa dicegah dengan vaksinasi. Cara itu merupakan solusi alternatif selain deteksi dini.  Vaksin kanker leher rahim ini tidak jauh berbeda dengan vaksin-vaksin lainnya. Kalau umumnya vaksinasi dilakukan dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan secara utut ke dalam tubuh unnutk membentuk antibodi, proses vaksin kanker lebih spesifik. Yang dimasukkan ke dalam tubuh hanya lah selubung Virus Human Papilloma (HPV) dengan fungsi serupa : membangun antibodi dalam tubuh.

Vaksin kanker leher rahim saat ini sudah tersebar. Menurut Dr. Andrijono vaksin tersebut gunanya untuk mencegah infeksi HPV, diberikan sebelum terkena infeks. “Oleh karena itu, sebelum diberikan vaksin, wanita pengidap kanker leher rahim diperiksa terlebih dahulu. Bila belum kena HPV, baru divaksin.

Biasanya kita berikan pada bukan ke-0, terus sebulan kemudian, terus bulan keenam. Masa proteksi selama 50 bulan. Kemudian diberikan booster ulangan. Harganya kurang lebih sekitar 1 juta rupiah. Vaksin itu lebih bagus diberikan pad awanita sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali.

Namun vaksin yang tersedia saat ini hanya bersifat sebagao pencegah dari infeksi empat jenis HPV, namun masih ada strain HPV lainnya yang dapat menginfeksi tubuh. Selain dengan vaksin, cara lainnya untuk mencegah kanker lehera rahim ini. Terdapat data yang menyebutkan, perempuan yang sudah menikah dan memiliki banyak anak dapat melakukan test pap smear dengan penentuan waktu yang telah diputuskan oleh dokter ketika melakukan suatu pemeriksaan.

Pemeriksaan pap test mengumpulkan sel dari leher rahim, kemudian di kirim ke laboratorium untuk di evaluasi. Sedangkan pada pemeriksaan panggul biasa, dokter hanya memeriksa, tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sehingga keduanya berbeda namun saling mendukung diagnosis.

Ada sebuah mitos menyebutkan, bahwa seorang perempuan setelah mendapat pengobatan kanker leher rahim, maka seorang kesemptan mendapatkan anak sudah hilang. Namun hal ini tergantung stadium dan penanganan yang diberikan. Jika dilakukan pengangkatan rahim atau radiasi, maka sudah tidak dapat lagi memiliki anak. Namun jika dilakukan pembedahan.

 

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Diagnosis Kanker Leher Rahim

Diagnosis kanker leher rahim awalnya perlu melakukan penapisan (screening) kanker leher rahim, pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah pap smear (test pap). Menurut Chamin, saat ini sudah banyak ditemukan teknik pengumpulan sample dalam jumlah lebih banyak sehingga diharapkan nilai akurasinya juga meningkat, dikenal dengan thin prep. Teknik ini mengambil cairan di leher rahim sebanyak mungkin, kemudian dilakukan sentrifuge. Di harapakan akan banyak sel ganas yang terkumpul, jika memang terdapat sel ganas. Selanjutnya diperiksa menggunakan mikroskop. Metode yang lebih canggih, dikenal dengan pap net. Hasil pemeriksaan di analisa menggunakan komputer, sehingga lebih akurat.

pap-smear-diagnosa-kanker-leher-rahimGambaran diagnosa kanker leher rahim

Jika dari pemeriksaan tersebut diketahui adanya tanda-tanda abnormal (displasia), selanjutnya akan dilakukan pemeriksaan kolposkopi. Kecurigaan terjadinya kanker, jika dalam pemeriksaan menggunakan asam asetat, didapatkan adanya sel epitel putih, maka sudah hampir dipastikan bahwa terdapat tanda prekanker.

Pemeriksaan selanjutnya untuk memastikan ada tidaknya tanda kearah kanker, dilakukan target biopsy. Dokter melakukan pengambilan contoh jaringan pada leher rahim. Ada beberapa cara untuk melakukan pengambilan tersebut. Salah satunya adalah dengan teknik yang disebut konisasi. Teknik ini selain untuk melakukan diagnosis juga sebagai terapi pada saraf prekanker. Pengambilan bagian leher rahim dalam bentuk kerucut. Cara ini berisiko perdarahan dan membutuhkan pembiusan total.

Cara lain adalah dengan Loop Elecrosurgical Exicision Procedure (LEEP) atau Large Loop Exixion Transformation Zone (LLETZ). Syarat untuk melakukan tindakan ini adalah, dokter sudah mengetahui daerah yang diperkirakan mengalami perubahan ke arah keganasan. Selain dua teknik diatas, saat ini sudah dilakukan laser untuk melakukan pengambilan jaringan. Dengan beragam teknik tersebut  selanjutnya jaringan yang didapat diperiksa oleh ahli patologi anatomi untuk menentukan secara pasti ada tidaknya keganasan.

Jika penderita berada di daerah dengan fasilitas kesehatan yang terbatas, dapat dilakukan tindakan yang dikenal dengan bedah beku (crysurgery). Leher rahim yang dicurigai mengalami displasia menjadi beku. Diharapkan setelah dibekukan, sel yang mengalami kelainan (prekanker) juga ikut mati atau setidaknya tidak berubah menjadi ganas.

Menurut Dr. Andrijono, gabungan pap smear, kolposkopi dan biopsi merupakan paket daignostik yang baik digunakan untuk pelayanan deteksi kanker leher rahim. Sensitivitas pap smear bila dikerjakan setiap tahun mencapai 90%, setiap 2 tahun 87%, setiap 3 tahun 78% dan bila setiap 5 tahun mencapai 68%.

Deteksi dini dengan pap smear tergolong murah. Andrijono mengatakan, harga satu kali pap smear di Yayasan Kanker Indonesia (YKI) hanya Rp. 25.000, sedangkan di klinik swasta sekitar Rp. 100.000. Sementara deteksi dengan thin prep berkisar Rp. 230.000 untuk papnet Rp. 350.000.

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Perjalanan Kanker Leher Rahim

leher-rahimRahim atau dalam bahasa medis dikenal sebagai uterus merupakan organ perempuan yang sangat berharga. Dari organ ini muncul manusia yang ditugaskan menjadi pemimpin di bumi. Tidak berada dengan organ lain, keganasan juga bisa muncul di rahim, terutama pada daerah yang disebut dengan leher rahim. Bagian ini menghubungkan rahim dengan jalan lahir.

Terdapat beberapa jenis kanker leher rahim yang sering terjadi. Sekitar 80-90% adalah tipe squamous cell carcinoma, 10-20% merupakan tipe adenocarcinoma, sedangkan sisanya merupakan tipe adenosquoamous cell dan tipe lainnya (miscellanoeus). Kanker leher rahim merupakan keganasan paling sering terjadi pada perempuan terutama di negera berkembang. Sedangkan di negara maju, penyakit ini menjadi keganasan nomor dua setelah kanker payudara.

Menurut Dr. Chamin, SpOG(K) pakar ginekologi onkologi (kanker kandungan) di RS. Fatmawati, ada beberapa tahap perjalanan keganasan kanker leher rahim. Menurutnya secara normal, sel akan melakukan metaplsia (pergantian sel). Sel yang sudah tua akan diganti dengan yang muda. Pada orang normal proses ini berjalan tanpa gangguan. Seandainya sel pada leher rahim terkena infeksi HPV, terjadi perubahan pada DNA-nya , ini yang menjadi sumber masalah. Dikenal dengan squamous collumar junction. Daerah tersebut merupakan perbatasan antara sel berbentuk kulomar dan berbentuk skuamosa pada permukaan leher rahim.

Saat terjadi metaplsia, sel yang sudah terinfeksi HPV menadi abnormal, disebut dengan displasi. Pada saat terjadi ini sudah masuk dalam stadium prekanker. Displasi terbagi lagi menjadi ringan, sedang dan berat. Menurut Chamin, periode ini membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan papa smear (test pap), sudah dapat mengetahui adanya kelainan pre kanker.

Jika dibiarkan, selanjutnya uncul stadium yang dikenal dengan karsonoma in situ. Stadium ini merupakan perbatasan antara stadium prekanker dengan stadium kanker. Pengobatan yang dilakukan pada stadium prekanker akan memberikan hasil yang lebih baik. Pada stadium ini, sel abnormal hanya berada di permukaan jaringan leher rahim, belum sampai masuk ke lapisan yang lebih dalam (membran basal). Sehingga penyembuhan kanker leher rahim juga lebih mudah.

Chamin menambahkan, tidak semua sel yang mengalami displasia akan berubah menjadi keganasan. Kondisi tubuh penderita semisal daya tahan tubuh yang turun bisa menjadi salah satu faktor perubahan ke arah keganasan.

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah merupakan kanker tumor ganas kandungan peringkat pertama di Indonesia. Insidennya terjadi kepada wanita yang biasanya sudah menikah. Gejalanya :

  • Paling sering adalah keputihan
  • Terjadinya pendarahan saat berhubungan badan, pendarahan spontan, dan lain-lain.

Secara Nasional, deteksi ini dianjurkan kepada wanita usia 30-60 tahun.

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan :

  • Pap smear, dianjurkan setahun sekali. Setelah 3 tahun bertuurut-turut tidak ada kelainan, dapat dilakukan 2 atau 3 tahun sekali, atau tidak perlu dilakukan lagi pada wanita berusia 70 tahun ke atas
  • Koloskopi
  • Pemeriksaan tipe DNA untuk menentukan resiko tinggi menjadi kanker.

kanker-serviks (1)Alat koloskopi adalah alat optik yang merupakan gabungan teleskop dan mikroskop. Pemeriksaan pap smear yang dipandu dengan pemeriksaan koloskopi memberikan tingkat deteksi mencapai 98%.

Selain pola gaya hidup yang kurang sehat, ibu yang melahirkan banyak anak dan perempuan perokok juga berisiko tinggi terkena penyakit kanker leher rahim. Perempuan perokok disebutkan memiliki resiko mengidap kanker leher rahim dua kali lebih besar dari bukan perokok. Meski demikian rata-rata perempuan yang menderita gejala penyakit ini tidak menyadari bahwa dirinya mengidap kanker leher rahim. Sebab, umunnya penyakit ini tiak menunjukkan gejala yang signifikan dan tidak mencirikan gejala fisik yang dapat dilihat secara kasat mata.

Secara umum, semua permpuan yang sudah melakukan hubungan seksual mempunyai risiko tinggi terkena kanker leher rahim, terutama perempuan dengan banyak pasangan (multipartner). Penularannya bisa terjadi secara tidak langsung (indirect), misal dari air yang kotor, seperti di salon atau alat-alat yang tidak steril dipakai di vagina.

Gejala kanker serviks biasanya pendarahan di waktu senggama atau keputihan secara terus-menerus dan tidak hilang meski telah diobati dengan obat keputihan. Hal tersebut disebabkan banyaknya sel kanker yang memproduksi lendir. Selama masih ada selnya, selama itu masih mengeluarkan lendir. Selain itu, baunya khas, bau busuk. Biasanya gejala muncul pada stadium dua atau tiga. Bila timbul nyeri pada panggul, berarti kanker sudah mencapai tahap lanjut.

Pada tahap prakanker, bila diobati dapat sembuh 100%. Kebanyakan di Indonesia, pasien kanker terutama kanker serviks datang pada kondisi stadium lanjut yaitu stadium 2 dan 4 dan hanya dapat melakukan kemoterapi atau radiasi sementara harapan hidup berkurang sekitar 80%. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 60%. Padahal kanker serviks adlaah satu-satunya jenis kanker yang dapat dilakukan pendeteksian dini.

Minimnya kesadaran melakukan deteksi dini adalah mimpi buruk bagi penanganan kanker di Indonesia. Mayoritas paisen datang dalam kondisi parah. Sri Hartini mengistilahkan, pasien kanker pergi “ke orang pintar dahulu” baruu ke dokter ahli. Jika hal tersebut terus terjadi, tak mustahil jika kanker, apapun jenisnya, menjadi pembunuh nomor wahid di negeri ini.

 

 

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Kanker Leher Rahim Adalah

Leher rahim membentuk hubungan antara rongga rahim dan vagina sehingga dengan begitu, merupakan bagian dari saluran lahir. Leher rahim menonjol sekitar satu sentimeter ke dalam kubah vagina. Justru bagian kecil ini merupakan tempat dari penyakit kanker leher rahim.

Di seluruh dunia, penyakit kanker leher rahim dan kanker payudara termasuk keganasan pada wanita yang paling sering muncul. Kanker leher rahim, terutama ditemukan digolongan ekonomi lemah. Dengan pemeriksaan massal, kanker sering ditemukan pada stadium awal yang mudah ditangani, sehingga insidensinya diberbagai negara sejak tahun 50-an turun sampai kurang dari separuhnya. Infeksi virus human papiloma (HPV) yang ditularkan melalui hubungan kelamin, menyebabkan peningkatan resiko seperti juga merokok. Pil antihamil tidak memainkan peranan yang bermakna.

Secara umum penyakit kanker leher rahim diklasifikasikan menjadi dua, yaitu kanker serviks preinvasif (stadium displasia dan karsinoma in situ) dan kanker serviks invasif. Kanker serviks preinvasif dimulai dari perubahan abnormal, minimal dari serviks sampai perubahan sel-sel kanker yang menutupi serviks secara abnormal. Kanker serviks preinvasif kemungkinan besar (75-90%) dapat disembuhkan jika diketahui sedini mungkin dan dilakukan pengobatan yang tepat. Jika tidakk diobati akan berubah menjadi kanker serviks yang bersifat invasif yang sulit disembuhkan. Kanker serviks invasif yaitu sel-sel kanker yang telah menembus bagian terdalam dari jaringan serviks dan telah tersebar ke jaringan lain melalui pembuluh getah bening.

Penyebab kanker leher rahimbelum diketahui secara pasti, tetapi diduga sekitar 95% oleh sejenis virus human papilloma virus (HPV). Virus ini dapat menular melalui hubungan seksual. Selain itu, ada beberapa faktor resiko yang menjadi pemicu kanker leher rahim.

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Skrining Kanker Leher Rahim

Skrining kanker leher rahim pada kondisi khusus :

A. Wanita yang telah diangkat rahimnya

- Masih perlu, jika sebelum rahim diangkat :

  • Pasien mempunyai hasil Pap Smear HSIL
  • Pasien mempunyai riwayat CIN 2/3
  • Pasien belum pernah melakukan pemeriksaan sitologi serviks

Pemeriksaan dilakukan setiap tahun, jia selama tiga tahun berturut-turut hasilnya negatif maka setelah itu skrining di hentikan.

- Tidak perlu, jika pasien sebelumnya tidak memiliki riwayat pemeriksaan Pap Smear maupum HPV DNS abnormal.

B. Pasca Vaksinasi

Skrining kanker serviks secara rutin tetap diperlukan oleh wanita yang sudah di vaksin karena :

  • Vaksin yang tersedia saat ini tidak memberikan perlindungan terhadap ke-13 jenis HPV tipe resiko tinggi, tetapi hanya tipe 16 dan 18.
  • Perlindungan vaksin tidak akan sempurna jika tidak menerima vaksin yang lengkap.
  • Pada pasienyang sudah terinfeksi HPV tipe 16 dan 18 maka vaksin tidak akan memberikan perlindungan sempurna.

Persiapan sebelum melakukan Pap Smear

  • Pastikan jika anda tidak sedang menstruasi. Waktu pemeriksaan yang lebih baik adalah dua minggu setelah hari pertama menstruasi.
  • Berikan  informasi yang jujur mengenai riwayat penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual apabila pernah anda derita
  • Hubungan intim tidak boleh dilakukan dalam tiga hari sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Pembilasan vagina dengan berbagai macam cairan kimia tidak boleh dilakukan sebelum pemeriksaan.
  • Hindari obat-obatan yang dimasukkan ke adalam vagina dalam 48 jam sebelum pemeriksaan dilakukan.
  • Bila anda sedang mengonsumsi obat-obat tertentu, informasikan kepada dokter atau petugas laboratorium karena beberapa jenis obat bisa mempengaruhi hasil analisis sel.

Kanker leher rahim adalah salah satu jenis kanker yang paling dapat dicegah dan paling dapat disembuhkan dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, asalkan diketahui pada stadium dini.

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , | Leave a comment

Penyakit Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru didunia setiap tahun. Sekitar 99,7% kanker rahim disebabkan oleh infeksi HPV.

Kanker leher rahim dapat diketahui melalui skrining kanker rahim yang terdiri dari :

-Pap Smear, adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahm dimana sampel diambil melalui liang vagina. Ada dua macam pap smear, yaitu pap smear konvensional, sitologi serviks berbasis cairan.

Sitologi serviks berbasis cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Pada metode ini sampel dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor pengganggu lainnya, sebelum dilihat dibawah mikroskop. Hasil pengamatan dibawah mikroskop lebih lebih jelas dan lebih akurat sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim lebih mudah dideteksi.

-HPV DNA, adalah pemeriksaan molekular yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel-sel yang diambil dari serviks.  Infeksi HPV jenis resiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim ada 13 tipe yakni 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68 .

Pemeriksaan laboratorium sangat penting karena penyakit kanker leher rahim biasanya tidak diawali gejala-gejala khusus, khususnya pada stadium awal. Baru saat keganasan menyebar luas (stadium invasif), penderitanya mengeluh pendarahan dari vagina, nyeri saat senggama, dan nyeri saat berkemih. Padahal pada saat itu tingkat kesembuhannya sudah sangat kecil.

Skrining kanker leher rahim dapat dilakukan :

  • Jika anda berusia kurang dari 21 tahun, skrining dengan pap smear dilakukan tiga tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.
  • Jika anda berusia 21-30 tahun, skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.
  • Jika anda berusia diatas 30 tahun, pemeriksaan pap smear dan HPV DNA secara berkala. Wanita usia diatas 30 tahun yang telah aktif secara seksual beresiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap. Infeksi HPV yang menetap berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim

 

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , | Leave a comment

Diagnosa dan Pencegahan Kanker Leher Rahim

Langkah-langkah Mendiagnosis Kanker Serviks

Berikut ini adalah cara-cara diagnosis yang dilakukan oleh dokter jika Anda mempunyai gejala kanker serviks atau hasil-hasil Tes Pap menunjukkan adanya sel-sel sebelum bersifat kanker.

1. Colposcopy. Dokter menggunakan sebuah alat yang disebut colposcope untuk memeriksa leher rahim. Colposcope menggabungkan suatu cahaya yang terang dengan lensa pembesar untuk membuat jaringan rahim lebih mudah dilihat. Alat ini dimasukkan ke dalam vagina. Metode colposcopy biasanya dilakukan di ruang praktek dokter atau klinik.

2. Biopsy. Biopsy adalah pengangkatan jaringan untuk mencari sel-sel sebelum bersifat kanker atau sel-sel kanker. Kebanyakan perempuan melakukan biopsy di ruang praktek dokter dengan pembiusan local. Seorang ahli patologi memeriksa jaringan itu dengan sebuah mikroskop.

3. Punch Biopsi. Cara ini dilakukan dengan menggunakan suatu alat berongga yang tajam untuk mencubit contoh-contoh kecil dari jaringan leher rahim

4. LEEP. Cara ini dilakukan dengan menggunakan kawat listrik untuk memotong suatu potongan bulat yang tipis dari jaringan

5. Endocervical Curettage. Dokter menggunakan sebuah alat kecil berbentuk sendok (kuret) untuk memarut sampel kecil jaringan dari kanal leher rahim. Beberapa dokter mungkin menggunakan sikat halus yang tipis sebagai pengganti kuret.

6. Conization. Dokter mengangkat sampel jaringan yang berbentuk seperti kerucut. Dengan conization atau biopsy kerucut (cone biopsy), seorang ahli patologi bisa melihat sel-sel yang tidak normal di jaringan bawah permukaan leher rahim. Dokter mungkin melakukan tes ini dirumah sakit dengan pembiusan total. Conization juga dapat digunakan untuk mengangkat suatu area sebelum bersifat kanker

Cara Pencegahan Kanker Serviks

Perempuan yang telah aktif secara seksual diharuskan melakukan pemeriksaan untuk mencegah kanker serviks. Pemeriksaan ini setidaknya dilakukan satu tahun sekali.

Cara pencegahan lainnya adalah dengan melakukan vaksinasi. Vaksinasi HPV merupakan salah satu upaya pencegahan primer untuk mencegah kanker serviks. Vaksin dapat meningkatkan kemampuan sistem imun untuk mengenali dan menghancurkan virus ketika masuk ke dalam tubuh sebelum terjadi infeksi.

Vaksin HPV sudah beredar di Indonesia walaupun mungkin belum banyak yang menggunakannya ataupun bahkan mengetahuinya. Di Indonesia, baru 5000 orang yang melakukan vaksinasi HPV. Hampir 11 juta dosis telah dipasarkan di seluruh dunia dan digunakan di lebih dari 88 negara sejak diluncurkan pertama pada Juni 2006.
Vaksin ini telah diteliti dan diujicobakan serta terbukti efektif dan mampu memberikan perlindungan terhadap kanker serviks pada perempuan hingga usia 45 tahun. Efektivitas vaksin ini jauh lebih baik diberikan pada perempuan yang belum menikah atau belum aktif secara seksual, yaitu di usia 9-26 tahun karena kanker serviks, seperti halnya hepatitis dan HIV, memiliki durasi yang panjang.

Perempuan bisa terdeteksi di usia muda dan kanker nya baru berkembang 20 tahun setelah terinfeksi. Vaksin HPV mampu mencegah 91 persen infeksi menetap, kelainan ringan, lesi pra-kanker, maupun kutil candiloma pada daerah genital. Vaksin ini terbukti efektif terhadap lesi pra-kanker yang berkaitan dengan HPV Tipe 16 dan 18 yang merupakan penyebab utama 70 persen kasus kanker serviks. Vaksin ini memiliki efikasi hampir 100 persen untuk mencegah kanker serviks.

Jika biopsy menunjukkan bahwa Anda mempunyai kanker, maka dokter akan melakukan pemeriksaan pinggul secara saksama dan mungkin mengangkat jaringan tambahan untuk mempelajari luasnya tingkat penyakit Anda. Tingkat ini memberitahukan apakah tumor telah menyerang jaringan-jaringan berdekatan, apakah kanker telah menyebar, dan ke bagian-bagian tubuh mana saja penyebaran itu tejadi.

Posted in Kanker Leher Rahim | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment