Penyakit Kanker Leher Rahim

Kanker leher rahim adalah kanker penyebab kematian terbanyak pada wanita Indonesia dan diperkirakan terjadi 200.000 kasus baru didunia setiap tahun. Sekitar 99,7% kanker rahim disebabkan oleh infeksi HPV.

Kanker leher rahim dapat diketahui melalui skrining kanker rahim yang terdiri dari :

Pap Smear, adalah pemeriksaan untuk melihat sel-sel leher rahm dimana sampel diambil melalui liang vagina. Ada dua macam pap smear, yaitu pap smear konvensional, sitologi serviks berbasis cairan.

Sitologi serviks berbasis cairan merupakan metode baru untuk meningkatkan keakuratan deteksi kelainan sel-sel leher rahim. Pada metode ini sampel dimasukkan ke dalam cairan khusus untuk memisahkan sel atau faktor pengganggu lainnya, sebelum dilihat dibawah mikroskop. Hasil pengamatan dibawah mikroskop lebih lebih jelas dan lebih akurat sehingga kelainan kecil pada sel leher rahim lebih mudah dideteksi.

HPV DNA, adalah pemeriksaan molekular yang secara langsung bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya virus HPV pada sel-sel yang diambil dari serviks.  Infeksi HPV jenis resiko tinggi merupakan penyebab utama kanker leher rahim ada 13 tipe yakni 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, dan 68 .

Pemeriksaan laboratorium sangat penting karena penyakit kanker leher rahim biasanya tidak diawali gejala-gejala khusus, khususnya pada stadium awal. Baru saat keganasan menyebar luas (stadium invasif), penderitanya mengeluh pendarahan dari vagina, nyeri saat senggama, dan nyeri saat berkemih. Padahal pada saat itu tingkat kesembuhannya sudah sangat kecil.

Skrining kanker leher rahim dapat dilakukan :

  • Jika anda berusia kurang dari 21 tahun, skrining dengan pap smear dilakukan tiga tahun setelah hubungan seksual pertama, apabila hasilnya normal, selanjutnya dilakukan setahun sekali.
  • Jika anda berusia 21-30 tahun, skrining dengan pemeriksaan pap smear dilakukan setiap tahun atau sesuai dengan saran dokter apabila terdapat hasil yang tidak normal.
  • Jika anda berusia diatas 30 tahun, pemeriksaan pap smear dan HPV DNA secara berkala. Wanita usia diatas 30 tahun yang telah aktif secara seksual beresiko tinggi mengalami infeksi HPV yang menetap. Infeksi HPV yang menetap berkaitan erat dengan kejadian kanker leher rahim

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leher Rahim and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *