Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks)

Kanker Leher Rahim (Kanker Serviks) adalah merupakan kanker tumor ganas kandungan peringkat pertama di Indonesia. Insidennya terjadi kepada wanita yang biasanya sudah menikah. Gejalanya :

  • Paling sering adalah keputihan
  • Terjadinya pendarahan saat berhubungan badan, pendarahan spontan, dan lain-lain.

Secara Nasional, deteksi ini dianjurkan kepada wanita usia 30-60 tahun.

Deteksi dini dilakukan dengan pemeriksaan :

  • Pap smear, dianjurkan setahun sekali. Setelah 3 tahun bertuurut-turut tidak ada kelainan, dapat dilakukan 2 atau 3 tahun sekali, atau tidak perlu dilakukan lagi pada wanita berusia 70 tahun ke atas
  • Koloskopi
  • Pemeriksaan tipe DNA untuk menentukan resiko tinggi menjadi kanker.

kanker-serviks (1)Alat koloskopi adalah alat optik yang merupakan gabungan teleskop dan mikroskop. Pemeriksaan pap smear yang dipandu dengan pemeriksaan koloskopi memberikan tingkat deteksi mencapai 98%.

Selain pola gaya hidup yang kurang sehat, ibu yang melahirkan banyak anak dan perempuan perokok juga berisiko tinggi terkena penyakit kanker leher rahim. Perempuan perokok disebutkan memiliki resiko mengidap kanker leher rahim dua kali lebih besar dari bukan perokok. Meski demikian rata-rata perempuan yang menderita gejala penyakit ini tidak menyadari bahwa dirinya mengidap kanker leher rahim. Sebab, umunnya penyakit ini tiak menunjukkan gejala yang signifikan dan tidak mencirikan gejala fisik yang dapat dilihat secara kasat mata.

Secara umum, semua permpuan yang sudah melakukan hubungan seksual mempunyai risiko tinggi terkena kanker leher rahim, terutama perempuan dengan banyak pasangan (multipartner). Penularannya bisa terjadi secara tidak langsung (indirect), misal dari air yang kotor, seperti di salon atau alat-alat yang tidak steril dipakai di vagina.

Gejala kanker serviks biasanya pendarahan di waktu senggama atau keputihan secara terus-menerus dan tidak hilang meski telah diobati dengan obat keputihan. Hal tersebut disebabkan banyaknya sel kanker yang memproduksi lendir. Selama masih ada selnya, selama itu masih mengeluarkan lendir. Selain itu, baunya khas, bau busuk. Biasanya gejala muncul pada stadium dua atau tiga. Bila timbul nyeri pada panggul, berarti kanker sudah mencapai tahap lanjut.

Pada tahap prakanker, bila diobati dapat sembuh 100%. Kebanyakan di Indonesia, pasien kanker terutama kanker serviks datang pada kondisi stadium lanjut yaitu stadium 2 dan 4 dan hanya dapat melakukan kemoterapi atau radiasi sementara harapan hidup berkurang sekitar 80%. Di RSCM kematian akibat kanker serviks sekitar 60%. Padahal kanker serviks adlaah satu-satunya jenis kanker yang dapat dilakukan pendeteksian dini.

Minimnya kesadaran melakukan deteksi dini adalah mimpi buruk bagi penanganan kanker di Indonesia. Mayoritas paisen datang dalam kondisi parah. Sri Hartini mengistilahkan, pasien kanker pergi “ke orang pintar dahulu” baruu ke dokter ahli. Jika hal tersebut terus terjadi, tak mustahil jika kanker, apapun jenisnya, menjadi pembunuh nomor wahid di negeri ini.

 

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leher Rahim and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>