Kanker Leher Rahim

Gaya hidup tidak sehat, menikah usia dini, ibu yang melahirkan banyak anak dan perempuan dengan banyak pasangan berisiko tinggi terkena penyakit kanker leher rahim. Mirisnya lagi, kesadaran deteksi dini sangat rendah. Bagaimana menyikapinya ?

Mengintai dan mengancam kaum perempuan, itulah lakon yang diperankan kanker leher rahim. Karena lakonnya itu pula, jumlah kematian yang ditimbulkan penyakit ini terus menunjukkan peningkatan setiap tahun. Bahkan, kanker leher rahim telah menjadi pembunuh perempuan nomor dua setelah kanker payudara.

Laporan terakhir organisasi kesehatan dunia WHO menyebut, kanker leher rahim telah merenggut hingga 5 juta nyawa perempuan di seluruh dunia. Di negara maju seperti Amerika Serikat, kanker leher rahim atau serviks menempati urutan ketiga penyebab kematian perempuan. Bahkan di Amerika Serikat setiap tahunnya terdapat 12.000 kasus baru kanker leher rahim.

kanker leher rahimGambaran tentang kanker leher rahim pada wanita

Kondisi serupa juga terjadi di Indonesia. Meskipun angka pastinya masih gelap, namun diperkirakan ada sekitar 90-100 penyandang kanker leher rahim di antara 100 ribu penduduk. Menurut Direktur Rumah Sakit Kanker Dharmais (RSKD) Dr. Sri Hartini, SpPK, MARS, selama 13 tahun sejak RSKD berdiri, kanker leher rahim menempati peringkat kedua jumlah penyandang terbanyak setelah kanker payudara.

Sayangnya kata Sri, seperti kanker lainnya, mayoritas penyandang kanker laher rahim datang dalam kondisi stadium lanjut. “Hal tentu saja menyulitkan, baik dari sisi medis dan pelayanan, maupun bagi pasien karena menyebabkan tingginya biaya pengobatan. DR. Dr. Andrijono, SpOG (K), Staf Subbagian Onkologi Ginekologi Departemen Obsteri dan Ginekologi FKUI-RSCM menyebut, saat ini prevalnesi kanker serviks di RSCM sebanyak 400 pasien baru setiap tahunnya.

Senada dengan Andrijono, Dr. Yunita Indiarti, SpOG (K), Staf Subbagian Sitopatologi Departemen Obsteri dan Ginekologi FKUI-RSCM memaparkan, berdasarkan data 13 pusat patologi anatomi di Indonesia, kanker leher rahim memiliki jumlah tertinggi dari seluruh kanker, baik yang menyerang laki-laki maupun  perempuan, sekitar 27% atau 36% dari seluruh kanker pada perempuan.

“ Data dari gabungan rumah sakit di Indonesia juga tinggi. Di negara berkembang seperti Indonesia, insiden tingginya kanker leher rahim karena tingkat kesadaran melakukan deteksi dini masih rendah. Keganasan kanker leher rehim cenderung terjadi pada pertengahan usia antara 35-55 tahun dan jarang terjadi pada usia dibawah 20 tahun. Sedangkan pada wanita di atas 65 tahun, angka kejadiannya sekitar 20 %. Hingga kini penyebab kanker leher rahim masih dianggap human virus papilloma. Sebagian besar penularan virus ini , terjadi melalui hubungan seksual.

Perempuan yang memulai aktivitas seksual pada usia kurang dari 18 tahun, sering melakukan hubungan seksual berganti-ganti pasangan dan sering menderita infeksi di daerah sekitar kelamin, merupakan golongan yang berpotensi menyandang kanker jenis ini.  Perempuan yang sudah melakukan hubungan seksual pada usia kurang dari 18 tahun berpontesi mengidap alat reproduksi belum matang pematangan secara maksimal. Akibatnya daerah sekitar ini akan dengan mudah terinfeksi virus, termasuk virus HPV.

HPV juga dapat dibawa oleh laki-laki yang lebih bersifat sebagai mediator namun memiliki kebiasaan dan gaya hidup tertentu. Perempuan baik-baik yang memiliki suami atau pasangan sering berhubungan seksual berganti-ganti padangan juga sangat berpontesi mengidap kanker leher rahim.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leher Rahim and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *