Perjalanan Kanker Leher Rahim

leher-rahimRahim atau dalam bahasa medis dikenal sebagai uterus merupakan organ perempuan yang sangat berharga. Dari organ ini muncul manusia yang ditugaskan menjadi pemimpin di bumi. Tidak berada dengan organ lain, keganasan juga bisa muncul di rahim, terutama pada daerah yang disebut dengan leher rahim. Bagian ini menghubungkan rahim dengan jalan lahir.

Terdapat beberapa jenis kanker leher rahim yang sering terjadi. Sekitar 80-90% adalah tipe squamous cell carcinoma, 10-20% merupakan tipe adenocarcinoma, sedangkan sisanya merupakan tipe adenosquoamous cell dan tipe lainnya (miscellanoeus). Kanker leher rahim merupakan keganasan paling sering terjadi pada perempuan terutama di negera berkembang. Sedangkan di negara maju, penyakit ini menjadi keganasan nomor dua setelah kanker payudara.

Menurut Dr. Chamin, SpOG(K) pakar ginekologi onkologi (kanker kandungan) di RS. Fatmawati, ada beberapa tahap perjalanan keganasan kanker leher rahim. Menurutnya secara normal, sel akan melakukan metaplsia (pergantian sel). Sel yang sudah tua akan diganti dengan yang muda. Pada orang normal proses ini berjalan tanpa gangguan. Seandainya sel pada leher rahim terkena infeksi HPV, terjadi perubahan pada DNA-nya , ini yang menjadi sumber masalah. Dikenal dengan squamous collumar junction. Daerah tersebut merupakan perbatasan antara sel berbentuk kulomar dan berbentuk skuamosa pada permukaan leher rahim.

Saat terjadi metaplsia, sel yang sudah terinfeksi HPV menadi abnormal, disebut dengan displasi. Pada saat terjadi ini sudah masuk dalam stadium prekanker. Displasi terbagi lagi menjadi ringan, sedang dan berat. Menurut Chamin, periode ini membutuhkan waktu 5-10 tahun untuk berkembang menjadi kanker. Pemeriksaan papa smear (test pap), sudah dapat mengetahui adanya kelainan pre kanker.

Jika dibiarkan, selanjutnya uncul stadium yang dikenal dengan karsonoma in situ. Stadium ini merupakan perbatasan antara stadium prekanker dengan stadium kanker. Pengobatan yang dilakukan pada stadium prekanker akan memberikan hasil yang lebih baik. Pada stadium ini, sel abnormal hanya berada di permukaan jaringan leher rahim, belum sampai masuk ke lapisan yang lebih dalam (membran basal). Sehingga penyembuhan kanker leher rahim juga lebih mudah.

Chamin menambahkan, tidak semua sel yang mengalami displasia akan berubah menjadi keganasan. Kondisi tubuh penderita semisal daya tahan tubuh yang turun bisa menjadi salah satu faktor perubahan ke arah keganasan.


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leher Rahim and tagged , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *