Vaksin Kanker Leher Rahim

Perempuan hamil bisa juga mengalami kanker leher rahim. Bagaimana jika mengalami hal tersebut? Menurut Chamin, perempuan hamil yang terkena kanker leher rahim, maka penanganannya didasarkan pada periode kehamilannya. Jika didapatkan adanya tanda keganasan, pada tirsemester pertama, maka dipertimbangkan untuk dilakukan pengangkatan rahim, artinya kehamilan dihentikan dan memprioritaskan keselamatan ibu.

Sedangkan jika diketahui adanya kanker pada trisemester kedua, maka dokter akan memberikan pilihan sesuai dengan keinginan ibu. Apakah dilakukan terapi dengan risiko janin meninggal atau ditunggu hingga kehamilan selesai dengan risiko terjadi penyebaran sel kanker atau stadiumya meningkat.

vaksin-kanker-leher-rahimGambar : Reaksi tubuh terhadap pemberian vaksin dan test pap smear

Jika diketahui adanya kanker pada trisemester terakhir, maka pilihannya menunggu hingga usia kehamilan cukup untuk janin hidup (viable). Jika sampai waktunya (sekitar 30 minggu) dilakukan pengeluaran janin dengan operasi caesar dan dilakukan pengangkatan rahim (histerektomi) agar ibu juga selamat dari keganasan kanker leher rahim.

Kanker leher rahim pun bisa dicegah dengan vaksinasi. Cara itu merupakan solusi alternatif selain deteksi dini.  Vaksin kanker leher rahim ini tidak jauh berbeda dengan vaksin-vaksin lainnya. Kalau umumnya vaksinasi dilakukan dengan memasukkan virus yang sudah dilemahkan secara utut ke dalam tubuh unnutk membentuk antibodi, proses vaksin kanker lebih spesifik. Yang dimasukkan ke dalam tubuh hanya lah selubung Virus Human Papilloma (HPV) dengan fungsi serupa : membangun antibodi dalam tubuh.

Vaksin kanker leher rahim saat ini sudah tersebar. Menurut Dr. Andrijono vaksin tersebut gunanya untuk mencegah infeksi HPV, diberikan sebelum terkena infeks. “Oleh karena itu, sebelum diberikan vaksin, wanita pengidap kanker leher rahim diperiksa terlebih dahulu. Bila belum kena HPV, baru divaksin.

Biasanya kita berikan pada bukan ke-0, terus sebulan kemudian, terus bulan keenam. Masa proteksi selama 50 bulan. Kemudian diberikan booster ulangan. Harganya kurang lebih sekitar 1 juta rupiah. Vaksin itu lebih bagus diberikan pad awanita sebelum melakukan hubungan seksual pertama kali.

Namun vaksin yang tersedia saat ini hanya bersifat sebagao pencegah dari infeksi empat jenis HPV, namun masih ada strain HPV lainnya yang dapat menginfeksi tubuh. Selain dengan vaksin, cara lainnya untuk mencegah kanker lehera rahim ini. Terdapat data yang menyebutkan, perempuan yang sudah menikah dan memiliki banyak anak dapat melakukan test pap smear dengan penentuan waktu yang telah diputuskan oleh dokter ketika melakukan suatu pemeriksaan.

Pemeriksaan pap test mengumpulkan sel dari leher rahim, kemudian di kirim ke laboratorium untuk di evaluasi. Sedangkan pada pemeriksaan panggul biasa, dokter hanya memeriksa, tidak dilakukan pemeriksaan laboratorium. Sehingga keduanya berbeda namun saling mendukung diagnosis.

Ada sebuah mitos menyebutkan, bahwa seorang perempuan setelah mendapat pengobatan kanker leher rahim, maka seorang kesemptan mendapatkan anak sudah hilang. Namun hal ini tergantung stadium dan penanganan yang diberikan. Jika dilakukan pengangkatan rahim atau radiasi, maka sudah tidak dapat lagi memiliki anak. Namun jika dilakukan pembedahan.

 


=====================================

>>> Keladi Tikus (Typhonium Flagelliforme) Membantu Menghambat Pertumbuhan Kanker/Tumor dan Memelihara Daya Tahan Tubuh, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Kanker Leher Rahim and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *